MA Al Urwatul Wutsqo Gelar Outing Class, Perpaduan Wisata Edukatif, Sejarah, Industri, dan Religi
- Senin, 10 Agustus 2026
- MA-UW Maarif Jombang
- Admin
- 0 komentar
Jombang 30 Juli 2026 Madrasah Aliyah (MA) Al Urwatul Wutsqo Jombang kembali menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi para peserta didik melalui kegiatan outing class. Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran di luar kelas yang memadukan unsur edukasi, sejarah, budaya, industri, serta wisata religi.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengunjungi sejumlah destinasi yang memiliki nilai edukatif dan historis, yaitu Makam Sayyid Jumadil Kubro di Trowulan, Pabrik Roti Mawar Putih, Buddha Tidur di Maha Vihara Mojopahit, serta Makam Mbah Sayyid Sulaiman di Mojoagung, Jombang.
Kegiatan outing class tidak sekadar menjadi sarana rekreasi bagi siswa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan secara langsung melalui pengalaman di lapangan. Dengan melihat dan mengamati objek secara langsung, siswa diharapkan mampu menghubungkan materi pembelajaran yang diperoleh di kelas dengan realitas yang ada di lingkungan sekitar.

Meneladani Ulama melalui Ziarah Makam Sayyid Jumadil Kubro
Perjalanan diawali dengan kunjungan ke Makam Sayyid Jumadil Kubro yang berada di kawasan Troloyo, Trowulan, Mojokerto. Makam Sayyid Jumadil Kubro
Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran sejarah sekaligus wisata religi. Para siswa diajak mengenal lebih dekat jejak perjuangan ulama terdahulu serta mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan para tokoh yang telah berjasa dalam perkembangan Islam.
Melalui kegiatan ziarah, siswa juga diarahkan untuk menumbuhkan sikap tawadhu, menghargai jasa para ulama, serta menjadikan keteladanan mereka sebagai motivasi dalam menuntut ilmu.

Belajar Mengenal Dunia Industri di Pabrik Roti Mawar Putih
Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pabrik Roti Mawar Putih. Toko Roti Bunga Mawar Puti Bakery
Di tempat ini, siswa mendapatkan pengalaman untuk mengenal secara langsung proses produksi roti dan aktivitas industri. Kunjungan tersebut memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai bagaimana sebuah produk diolah mulai dari proses produksi hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan wawasan kewirausahaan, kreativitas, kedisiplinan, serta pemahaman bahwa sebuah produk membutuhkan proses, kerja sama, ketelitian, dan tanggung jawab.

Mengenal Keragaman Sejarah dan Budaya di Buddha Tidur
Destinasi berikutnya adalah Buddha Tidur di Maha Vihara Mojopahit, Trowulan, Mojokerto. Buddha Tidur Mojokerto
Patung Buddha tidur tersebut berada di kompleks Maha Vihara Mojopahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Situs ini menjadi salah satu destinasi sejarah dan edukasi yang dikenal di Mojokerto.

Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal keberagaman sejarah dan budaya yang berkembang di Indonesia. Para siswa dapat melihat secara langsung peninggalan dan simbol budaya yang menjadi bagian dari kekayaan bangsa.
Dari kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya sikap saling menghargai, menjaga kerukunan, serta menghormati keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat.

Menutup Perjalanan dengan Ziarah ke Makam Mbah Sayyid Sulaiman
Rangkaian outing class kemudian ditutup dengan kunjungan ke Makam Mbah Sayyid Sulaiman di Mojoagung, Jombang. Makam Mbah Sayyid Sulaiman
Ziarah menjadi momentum bagi para siswa untuk kembali merefleksikan perjalanan yang telah dilalui. Selain mendoakan para ulama dan sesepuh, siswa diajak mengambil nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal semangat menuntut ilmu, akhlak, kesederhanaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Belajar Tidak Harus Selalu di Dalam Kelas
Kegiatan outing class MA Al Urwatul Wutsqo menjadi bukti bahwa proses pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai pengalaman nyata. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku dan penjelasan guru, tetapi juga melalui pengamatan langsung, interaksi dengan lingkungan, serta pengalaman selama perjalanan.
Antusiasme para siswa selama mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran di luar kelas mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan.
Melalui kegiatan ini, MA Al Urwatul Wutsqo berharap para peserta didik dapat membawa pulang lebih dari sekadar foto dan cerita perjalanan, tetapi juga ilmu, pengalaman, keteladanan, wawasan, serta nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam keseharian.
“Belajar dari masa lalu, memahami kehidupan hari ini, dan mempersiapkan diri untuk masa depan.”
Dengan semangat tersebut, outing class MA Al Urwatul Wutsqo menjadi perjalanan yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna dan pembelajaran.